Sabtu, 28 November 2009

Berharap Berkat dan Keampuhan Orang Terhormat
Mamasi; Ritual Dayak Taman untuk Memahkotai

DIAMASI: Wagub LH Kadir ketika diamasi oleh salah satu warga Rumah Betang. FOTO: BUDI MIANK/PONTIANAKPOST

Sibau Hulu,- Letupan meriam berukuran 1,5 meter menyeruak keramaian. Orang-orang yang berpesta sejenak terperangah. Mereka kaget. Ada yang mengurut dada. Ada juga yang senyum-senyum melihat wajah temannya memucat. Ada apa gerangan?

Laporan Budi Miank, Sibau Hulu

Rumah Betang Baligundi di Desa Sibau Hulu riuh. Terpaan matahari tak membuat pengunjung menepi. Mereka hadir menikmati pertunjukan seni Dayak Taman yang disebut ritual mamasi. Ritual untuk menyampaikan persembahan kepada orang-orang yang terhormat atau dimuliakan. Hari itu benar-benar menjadi Jumat yang indah.

"Tidak bisa diberikan kepada sembarang orang. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa diamasi. Mereka adalah orang-orang pilihan yang dianggap pantas mendapatkan penghormatan yang tinggi," kata Ketua Panitia Gawai Mamasi Soo Keuskupan Sintang, F Surya Suka kepada wartawan di sela-sela acara, Jumat (21/4).

Rumah Betang Baligundi terletak di Desa Sibau Hulu, Kecamatan Putusibau, Kabupaten Kapuas Hulu. Orang setempat menamakannya sebagai Banua Sio Iraang. Desa Sibau Hulu merupakan jalur lintas selatan yang berjarak sekitar sepuluh kilometer dari ibu kota kabupaten. Perjalanan bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat, yang memakan waktu sekitar empat puluh lima menit.

Prosesi mamasi juga dilakukan di Rumah Betang Sayut. Lokasinya terletak di Desa Sayut, Kecamatan Kedamin. Jarak tempuh dari ibu kota kabupaten memakan waktu sekitar satu jam. Bisa menggunakan kendaraan roda dua dan empat, maupun melalui sungai.

Prosesi mamasi ditandai dengan menyerahkan persembahan nyiru berisi cinderamata. Persembahan itu dibawa gadis-gadis Dayak. Orang-orang pilihan itu adalah panglima perang dan pejuang baik yang aktif maupun nonaktif, pejabat tinggi negara, tokoh masyarakat yang berjuang membela kepentingan rakyat jelata, dan tokoh-tokoh pilihan yang mendapat kehormatan untuk menerima paandung dan menombak sapi atau kerbau paandung tersebut.

Kedatangan orang-orang pilihan ditandai dengan letupan meriam. Begitu tiba di bibir sungai, meriam langsung dibunyikan. "Itu sebagai ucapan selamat datang," kata seorang tetua adat. Setelah berjalan menuju gerbang halaman rumah betang, meriam kembali dibunyikan. Mereka yang datang langsung diberikan asesoris khas Dayak Taman, berupa pakaian adat.

Begitu ke rumah betang, orang-orang pilihan ini disambut para penari dan tetua adat. Ada semacam ritual khusus sebelum menginjakan kaki di lantai rumah betang. Mereka harus menenggak minuman yang diberikan. "Ini wajib sebagai tanda diterima di rumah betang," kata Surya Suka.

Ritual mamasi dilakukan setelah prosesi pasiap. Upacara ini dilakukan kaum wanita yang membawa aneka jenis kue. Caranya dengan menyuapi satu persatu undang, sebagai tanda penghormatan, pelayanan, dan makan bersama secara merata. Pasiap dilaksanakan di serambi depan dengan iringan musik, yang disebut tabak jaratun sampau undangan selesai disuguhi makan.

Prosesi mamasi juga dilaksanakan di serambi depan rumah betang. Tanda penghargaan yang dipersembahkan berupa beberapa buah nyiru (taapan), yang disebut duungtaapan. Isinya bermacam-macam cinderamata, seperti jarat taangan sebanyak dua utas, bulu ekor burung enggang sebanyak dua helai, pakaian pria, buah kelapa dua, piring makan dan mangkok sayur, salai ikan, lemang sebanyak 8 batang, kalaame ilam buloo' sebanyak 5 batang, jarate bungkus dan potong, dodol potong, dan kalopon alias onde-onde.

Bukan itu saja. Ritual mamasi ini juga menyertakan persembahan berupa kue cucur, emping, sansagon, gula tuak, air beram, dan kain pembungkus nyiru. Ritual ini dibuka oleh tetua adat, yang didahului dengan pekikan manankio kaum pria. Orang-orang pilihan juga harus meminum delapan jenis minuman secara bergiliran. Kemudian dilanjutkan dengan bertukaran mahkota/induulu amas-amas yang dikenakan di kepala sang tokoh. "Minuman itu agar mereka mendapat berkat dan kekuatan ampuh dari sang tokoh," kata t